Lewati ke konten
DIGDAYA
Program Pendidikan Vokasi

DIGDAYA

(Digitalisasi Desa dan Daerah Berkarya)

Wujudkan Kemandirian Digital Daerah:

Bangun Kapasitas, Berdayakan SDM Lokal.

Sinergi strategis mencetak tenaga ahli IT terapan untuk mengakselerasi tata kelola teknologi di seluruh OPD dan Desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Mencetak Pranata Digital Desa & Daerah: menangani jaringan, web, konten, dan data layanan publik.

~9 jt
Kebutuhan talenta digital nasional 2015 s.d. 2030 (World Bank & McKinsey, via Kominfo)
600 rb
Kebutuhan talenta digital baru per tahun (Komdigi, 2025)
3,12
Indeks SPBE Nasional 2024, skala 5 (Kementerian PANRB)
75.265
Jumlah desa di Indonesia, sasaran akhir program (Renstra Kemendesa PDT 2025-2029)

Data berskala nasional. Sumber tercantum pada tiap angka (Kominfo/Komdigi, Kementerian PANRB, Kementerian Desa PDT).

Diselenggarakan bersamaLogo UNIMMALogo D3 Teknologi InformasiLogo Akreditasi Unggul

Skema sertifikasi ditempuh di

Logo LSP Informatika

LSP Informatika terlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Tempat Uji Kompetensi berada di kampus mitra, sehingga peserta tidak perlu berpindah kota.

Tersedia di kampus mitra

Logo E-CentrumLogo Cisco Networking AcademyLogo EC-Council

Pelatihan dan sertifikasi berikut dapat ditempuh lewat Perguruan Tinggi mitra penyelenggara, dan bukan merupakan kemitraan langsung DIGDAYA.

Mengapa DIGDAYA

Percepatan digitalisasi daerah harus diimbangi kesiapan tenaga pengelola

Penyelenggaraan Pemerintah Digital, Satu Data Indonesia, dan Desa Cerdas terus diperluas, sehingga penyiapan tenaga yang mengoperasikan dan merawat sistemnya harus seimbang. DIGDAYA hadir lewat pendidikan vokasi untuk menyiapkan SDM yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dan desa.

Kematangan SDM Pengelola TI & Digital

Kematangan sumber daya manusia termasuk yang dinilai pada evaluasi Pemerintah Digital, dan pembuktiannya menuntut peta kompetensi beserta laporan peningkatan yang tersusun dari waktu ke waktu. Bukti semacam itu tidak dapat disiapkan mendadak menjelang penilaian.

PermenPANRB 8/2026; Perpres 95/2018 Pasal 46 dan Pasal 51

Tanggung jawab data tetap pada instansi

Badan publik berkedudukan sebagai pengendali data pribadi dan wajib bertanggung jawab atas pemrosesannya. Pihak yang mengolah atas nama instansi hanyalah prosesor, sehingga tanggung jawab itu tidak berpindah.

UU 27/2022 Pasal 1 dan Pasal 47

Jalur karier TI

Jabatan fungsional Pranata Komputer berkedudukan di instansi pusat maupun daerah, dan kategori keterampilannya mensyaratkan diploma tiga bidang teknologi informasi. Jalurnya sudah tersedia, tenaganya yang perlu disiapkan.

PermenPANRB 32/2020, instansi pembina BPS

Tiga Pilar

Fondasi setiap kemitraan DIGDAYA

Kemandirian Teknologi

Daerah mampu membangun dan merawat sistemnya sendiri, sehingga kelangsungan layanannya tidak bergantung pada pihak eksternal.

Pemberdayaan SDM Lokal

Putra-putri daerah dididik jadi tenaga kompeten yang dapat berkontribusi langsung dan mengabdi di daerah.

Keberlanjutan Sistem

Karya nyata dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan.

Metode Pembelajaran

Vokasi Berbasis Luaran: Sistem 20 · 30 · 50

Pendekatan Outcome-Based Education (OBE): setiap capaian pembelajaran diukur, dan setengah dari proses belajar adalah karya nyata di lapangan.

20%

Teori

Konsep dasar yang esensial, ringkas, dan aplikatif.

30%

Praktik Lab

Latihan terstruktur membangun keterampilan teknis nyata.

50%

Magang Pengabdian & Karya

Membangun sistem nyata di OPD/desa, ditutup Berita Acara Serah Terima.

Gerbang mutu: OBE + sertifikasi BNSP + BAST produk yang berfungsi.

Satu Program, Dua Jalur

Pendidikan Formal dan Upskilling

Kategori 1

Pendidikan Formal (Diploma 3)

Jenjang bergelar, terstruktur, 110 sks pada enam semester, model 20 · 30 · 50. Menyiapkan kader baru yang menetap dan mengabdi jangka panjang.

  • Sasaran: lulusan SMA/SMK putra daerah
  • Luaran: gelar diploma tiga dan sertifikat kompetensi BNSP
  • Kurikulum baku, siap akreditasi
Logo D3 Teknologi InformasiLogo UNIMMADiselenggarakan oleh Prodi D3 Teknologi Informasi UNIMMA
Kategori 2

Pelatihan dan Sertifikasi

Non-gelar, modular, disusun bersama instansi. Diselenggarakan melalui program kerja OPD atau pemerintah desa, dan hasilnya langsung dapat diterapkan.

  • Sasaran: ASN, perangkat desa, dan masyarakat umum
  • Luaran: sertifikat pelatihan bernomor, dan uji kompetensi BNSP untuk paket yang skemanya tersedia
  • Tiap paket mencantumkan jumlah jam pelajarannya
  • Instansi menerima rekapitulasi jam per pegawai
Lihat skema pelatihan

Keduanya dapat tersambung lewat tangga sertifikasi › RPL › diploma.

Indeks Pemdi

Penyelenggaraan Pemerintah Digital menuntut kesiapan sumber daya manusia yang dapat dibuktikan

Peraturan Menteri PANRB Nomor 8 Tahun 2026 menetapkan Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital atas tujuh aspek dan dua puluh indikator, menggantikan penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Kematangan sumber daya manusia merupakan salah satu indikator yang dinilai, dan pembuktiannya mensyaratkan peta kompetensi serta laporan peningkatan kompetensi antar-periode. DIGDAYA berkedudukan sebagai mitra akselerasi pada penyiapan sumber daya manusia beserta dokumentasi pelaksanaannya.

aspek yang dinilai
7aspek yang dinilai
indikator Pemerintah Digital
20indikator Pemerintah Digital

Peta kompetensi disusun mengikuti kerangka yang sama dengan kurikulum formal: indikator berkedudukan sebagai capaian, dan pelatihan sebagai penopangnya. Capaian instansi ditentukan banyak faktor, antara lain kebijakan, anggaran, dan kewenangan; DIGDAYA berperan pada faktor sumber daya manusia.

Profil Lulusan

Satu tenaga teknologi informasi dan digital yang dibutuhkan pemerintah daerah

Tenaga TI di OPD dan desa harus seimbang dengan laju perkembangan teknologi. Karena itu lulusan dibekali seluruh kemampuan berikut, dirumuskan berbasis OBE setara KKNI jenjang 5.

Pranata Digital Desa & Daerah

Infrastruktur, web, konten, dan data layanan publik

  • Instalasi & perawatan jaringan lokal (LAN/Wi-Fi) desa/OPD
  • Tata kelola server & basis data layanan publik
  • Pengembangan front-end website layanan publik (UI/UX)
  • Produksi konten & desain komunikasi visual publik
  • Penyajian data & dashboard sederhana sesuai Satu Data
  • Higiene keamanan siber & perlindungan data warga (UU PDP)

Pendalaman: di luar mata kuliah gelar tersedia dua jalur spesialisasi bersertifikat, yaitu Infrastruktur & Keamanan Pemerintahan Digital, serta Pengembangan & Media Digital Publik. Skema kedua jalur sedang disusun bersama lembaga sertifikasi dan belum dibuka. Selengkapnya

Model Kerja

KEMITRAAN DIGDAYA

DIGDAYA adalah program pendidikan vokasi yang dijalankan bersama mitra yang memiliki tujuan bersama dalam membangun kompetensi SDM di bidang Teknologi Informasi dan Digital.

Perguruan Tinggi

Selenggarakan program studi vokasi Teknologi Informasi & digitalisasi daerah.

  • Kurikulum OBE siap digunakan + pemetaan SKKNI/BNSP
  • Platform pendidikan (LMS) siap jalan
  • Jaringan mutu & pendampingan penyelenggaraan
Ajukan sebagai PT Mitra

Lembaga Pelatihan & LSP

Selenggarakan pelatihan dan uji kompetensi.

  • Aliran kelas dan asesi dari instansi pengguna DIGDAYA
  • Kurikulum, materi ajar, dan perangkat asesmen disediakan
  • Administrasi dan pelaporan berjalan di platform
Ajukan sebagai mitra pelaksana
Pengguna

Instansi: OPD dan Pemerintah Desa

Instansi berkedudukan sebagai pengguna program.

  • Pelatihan dan sertifikasi bagi peserta ASN/Umum
  • Jalur pendidikan formal D3 bagi putra-putri daerah
  • Laporan pelaksanaan dan pertanggungjawaban
  • Produk IT nyata diserahterimakan (BAST)

Dasar hukum pembiayaan: pengembangan kompetensi ASN menurut PP 11/2017 Pasal 203 ayat (4), tugas belajar menurut Pasal 211, dan Dana Desa untuk peningkatan kapasitas literasi digital. Bersifat belanja diklat dan jasa, bukan belanja pegawai.

Bukti & Jaringan

Karya nyata, bukan sekadar janji

Model ini telah diujicobakan pada daerah pilot. Perguruan Tinggi mitra pertama menjadi fondasi jaringan nasional.

Jangkauan & mitra: Dirancang untuk direplikasi di desa & daerah seluruh Indonesia UNIMMA (founding partner)

Kabar & kegiatan

Yang sedang berjalan di lapangan

Berita dan kegiatan dikelola langsung dari panel admin, tayang tanpa menunggu pengembang.

Testimoni

Suara dari lapangan

Kurikulum OBE dan platformnya siap digunakan, sehingga kami fokus pada penyelenggaraan dan pendampingan mahasiswa.
Koordinator Program Vokasi · Perguruan Tinggi mitra, UNIMMA

Mari bangun kemandirian digital daerah bersama

Pilih titik masuk sesuai peran Anda.

Kontak & Kemitraan

Sampaikan minat Anda

Isi formulir di bawah. Tim DIGDAYA akan menindaklanjuti sesuai peran Anda.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang disediakan DIGDAYA?

Dua jalur. Jalur formal jenjang D3, diselenggarakan bersama Perguruan Tinggi mitra. Jalur Pelatihan dan Sertifikasi, diselenggarakan langsung bersama instansi dan dilaksanakan bersama lembaga pelatihan serta Lembaga Sertifikasi Profesi. Keduanya bersandar pada kurikulum berbasis kompetensi, materi ajar, dan perangkat asesmen yang disusun DIGDAYA.

Apa bedanya mitra dan instansi pengguna?

Mitra adalah pihak yang menjalankan program bersama DIGDAYA: Perguruan Tinggi untuk jalur formal, lembaga pelatihan untuk pelaksanaan kelas, dan Lembaga Sertifikasi Profesi untuk uji kompetensi. Instansi pengguna adalah instansi yang menyelenggarakan program bagi pegawainya atau warganya, yaitu OPD, pemerintah desa, dan instansi lain. Instansi berhubungan langsung dengan DIGDAYA, dan DIGDAYA yang menjadi penanggung jawab mutunya.

Dari mana pembiayaannya?

Tiga skema yang sudah diatur: pengembangan kompetensi ASN yang menurut PP 11/2017 Pasal 203 wajib paling sedikit 20 jam pelajaran per tahun, tugas belajar untuk pendidikan formal menurut Pasal 211, dan Dana Desa untuk peningkatan kapasitas literasi digital menurut Permendes PDT 16/2025. Kelayakan dan klasifikasi belanjanya diperiksa bersama bagian keuangan instansi.